Puluhan Hektar Lahan Warga Terancam Tergerus Arus Sungai Waetele, Aam Minta Pemda Bangun Tanggul

BERITAMALUKU.COM – Puluhan hektar sawa milik warga Desa Waetele, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, Maluku, terancam rusak.

Pasalnya, ketika musim penghujan tiba dengan intensitas tinggi, mengakibatkan tanah milik warga di Kabupaten Buru yang berada di sekitar bantaran Sungai Waetele mengalami pengikisan.

Sehingga, hal ini menjadi perhatian serius Pemerintah Desa (Pemdes) Waetele, agar meminta kepada Pemerintah Kabupaten Buru, serta Pemerintah Provinsi (Pemrov) Maluku, untuk segera membangun tanggul di sekitar bantaran sungai.

Hal ini disampaikan Kepala Desa (Kades) Waetele, Aam Purnama, bahwa apabila tidak segera diatasi maka 30 hektar lahan warga di Desa Waetele terancam tergerus arus sungai saat musim penghujan.

“Di sekitar daerah aliran sungai Waetele ada kebun masyarakat, yang akan terancam tergerus arus apabila tidak segera diambil langkah pembangunan bronjong, tanggul, talud atau normalisasi sungai,” kata Aam Purnama saat mengunjungi lokasi kebun milik warga, Desa Waetele, Jumat, 6/1/2023.

Kepala Desa (Kades) Waetele, Aam Purnama saat mengunjungi lokasi kebun milik warga, di Desa Waetele, Kecamatan Waeapi, Kabupaten Buru, Maluku, Jumat, 6/1/2023.

Dirinya menyebutkan, sudah ada lahan milik warga yang tergerus arus sungai Waetele.

“Salah satu lahan milik warga sudah sekitar 20 meter telah longsor tergerus arus sungai, apabila terus dibiarkan, tidak menutup kemungkinan akan terus longsor, apalagi di musim penghujan seperti sekarang ini,” ucap Aam.

Menurutnya, diperlukan pembangunan guna mengatasi arus sungai Waetele yang mengancam lahan masyarakat saat ini.

“Perlu adanya pembangunan kurang lebih satu kilo, agar arus sungai Waetele bisa dikendalikan,” ujarnya.(*)

Komentar