BERITAMALUKU.COM,Namlea – Tindakan oknum aparat yang bertugas di Pos Pam Kali Anahoni sangat disayangkan, bukannya menjawab pertanyaan wartawan, malah menghindar hingga berakhir dengan tindakan pemblokiran nomor whatsapp.
Oknum tersebut dikonfirmasi dua media online, yakni berita-maluku.com dan bratapos.com melalui pesan whatsapp, pada Senin (19/1/2026) pagi itu, tidak hanya memberikan jawaban, namun dirinya terkesan menghindar dari wartawan.
Sikap angkuh dari oknum itu menjadi suatu pertanyaan besar. Apakah aktivitas penambangan ilegal di areal sagu-sagu, Kali Anahoni yang ada di kawasan tambang Gunung Botak itu sengaja ditutupi dan dilindungi?
Pasalnya, sikap yang ditunjukan oleh aparat keamanan juga selaku Danpos di wilayah itu tidak menunjukan sikap yang profesional, namun terkesan sebagai oknum yang membeking aktivitas ilegal tersebut.
Sebelumnya diberitakan, aktivitas penambangan ilegal di area Sagu-Sagu Kali Anahoni luput dari penegakan hukum Tim Satgas Penertiban Gunung Botak.
Tindakan penegakan hukum oleh aparat gabungan terhadap aktivitas penambangan emas ilegal di tambang Gunung Botak terkesan tebang pilih.
Pasalnya, masih ada sejumlah penambang ilegal yang masih leluasa dan bebas beraktivitas di wilayah tersebut. Seperti yang terjadi di area Sagu-sagu, tepatnya di Kali Anahoni.
Berdasarkan informasi yang dihimpun berita-maluku.com, pada Senin pagi, aktivitas penambangan, seperti dompeng dan bak rendaman di area Sagu-Sagu masih beroperasi seperti biasa.
Mirisnya lagi, lokasi tersebut tidak jauh dari pos keamanan. Sehingga patut dipertanyakan terkait kinerja pihak aparat keamanan yang bertugas untuk memantau wilayah tersebut.(*)
