BERITAMALUKU.COM, Namlea – Kehadiran enam Warga Negara Asing (WNA) asal Cina di area tambang emas Gunung Botak, Desa Dava, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, Maluku, pada Sabtu (3/1/2026) kemarin, memicu tanda tanya publik.

Pasalnya, kedatangan ke enam WNA itu bersama Helena Ismail, yang merupakan pemegang saham sekaligus pengurus perusahaan PT Wanshuai Indo Mining (WIM), juga ibu angkat dari sejumlah koperasi.

Sehingga, para WNA tersebut diduga kuat terlibat sebagai karyawan perusahaan milik Helena Ismail. Semestinya, pekerjaan di tambang Gunung Botak menyerap tenaga kerja lokal, bukan tenaga kerja asing.

Seyogyanya, penertiban dan pengosongan lahan peti yang telah dilakukan pada 1-14 Desember 2025 lalu adalah untuk memberikan kesempatan kepada penduduk lokal, bukan malah memberikan kekuasaan kepada WNA untuk mengeruk kekayaan alam Pulau Buru.

“Enam WNA asal Tiongkok itu merupakan karyawan perusahaan milik Helena Ismail. Mereka juga adalah karyawan di bagian teknisi obat,” ungkap salah satu sumber yang namanya enggan dipublikasikan.

Mirisnya, kehadiran para WNA asal Cina itu tidak diketahui oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Buru. Padahal setiap WNA yang masuk harus diketahui pemerintah setempat.

“Kami sampai saat ini belum dapat informasi resmi tentang kehadiran sejumlah WNA, apalagi sampai pergi di kawasan Gunung Botak. Intinya, kami di Dinas Koperasi belum mengetahuinya,” ujar Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Buru, Baharudin Besan saat dikonfirmasi wartawan, Senin (5/1/2026).

Berikut nama-nama enam WNA dan jabatannya ;

1. Manise Tan Weizhong — Teknisi Lapangan PT Harmoni Alam.

2. Manise Li Jianfeng — Teknisi Lapangan PT Harmoni Alam.

3. Manise Wu Yuesheng — Field Manager PT Harmoni Alam.

4. Manise Wu Jing — Marketing dan Commercial Manager PT Harmoni Alam.

5. Manise Peng Ke — Staf Teknis PT Harmoni Alam.

6. Manise Cai Min — Staf Teknis PT Harmoni Alam.

Hingga berita ini dipublis, Kepala Dinas ESDM Provinsi Maluku Dr. Abdul Haris dan Helena Ismail belum memberikan keterangan resmi terkait kehadiran enam WNA tersebut.(*)